Kamis, 07 Juli 2011

Marsupial Tasmania

Tasmanian Devil (Sarcophilus harrisii)

   Jika mendegar kata Australia saat ini, maka bayangan kita tertuju pada sebuah Negara yang cukup maju, memiliki wilayah yang luas berupa sebuah daratan benua, serta kemegahan Sidney Opera House (Gedung Opera Sidney) di ibukota Negara bagian New South Wales yang begitu megah dan indah. Namun, tampaknya jarang sekali di antara kita yang ingat atau mengetahui bahwa dua abad yang lalu, penduduk di benua ini selalu ditakut-takuti oleh suara yang menyeramkan di malam hari, yang datangnya dari hutan di pedalaman pulau Tasmania.
   Kala malam mulai menyelimuti hutan di pedalaman Pulau Tasmania di ujung Tenggara daratan Australia, lengkingan menyeramkan itu pun terdengar. Suaranya keras memecah kesunyian malam, mengisi relung-relung kegelapan, menimbulkan kesan seram yang mencekam. Hanya sesekali, tetapi cukup untuk menegakkan bulu kuduk, mungkin bagi kita yang tidak terbiasa, suara itu akan selalu menghantui. Jeritan itu berasal dari mulut setan!
   Sebelum mahluk ini dikenal luas, orang seringkali merasa kaget dan ngeri mendengar lengkingan di malam hari di Pulau Tasmania. Suara yang menakutkan itu selalu mengisi malam, ketika matahari sudah terbenam. Hutan di malam hari seolah bangkit dari tidur dan ingin menerkam mangsa. Lalu tahyul tentang hantu, setan dan iblis melekat erat padanya.
   Mahluk yang sering berkelebat di pekatnya malam ini pun diberi nama Setan Tasmania (Tasmanian Devil). Sejak seorang naturalis bernama George Harris menulis dan mempublikasikan deskripsi tentangnya pada tahun 1807.
   Untuk pertama kali, komunitas peneliti dan petualang ingin mengungkap lebih jauh tentang keberadaannya. Mahluk apakah yang bersuara menakutkan itu? Tak ada yang menyangka jika suara melengking tinggi, nyaring, dan menakutkan itu dipekikkan oleh seekor hewan bertubuh kecil mungil. Ukuran tubuh jantan dewasa bisa mencapai 65 cm termasuk bagian ekor sepanjang 25 cm. Ia bisa tumbuh berkembang sampai berbobot 8 kg. Sementara betinanya lebih kecil, sekitar 57 cm termasuk ekor sepanjang 24 cm, dan tubuh seberat 6 kg.
   Terilhami oleh sebuah film seri kartun di layar televisi (TAZMANIA) beberapa tahun yang lalu, rasa ingin tahu lebih jauh tentang makhluk buas yang rakus, tetapi diperankan sebagai makhluk “bodoh” dalam film itu, mulai muncul.
   Dalam film tersebut, hewan ini mungkin paling dikenal di dunia internasional sebagai ilham untuk tokoh kartun Looney Tunes-The Tasmanian Devil, atau "Taz". Sementara penjelmaannya dalam kartun memang mengandung kemiripkan dengan hewan ini yang sesungguhnya meskipun sedikit diubah (gigi taring yang menonjol, kepala yang besar, dan kaki yang pendek), kesamaan perilaku di antara keduanya tampaknya sangat terbatas, terutama pada kelakuannya yang bising, nafsu makannya yang kuat, dan penampilannya yang pemalu.
   Selidik punya selidik, makhluk itu ternyata seekor hewan marsupial endemik Pulau Tasmania di sebelah tenggara Benua Australia, yang kita kenal dengan sebutan Setan Tasmania (Tasmanian Devil).
Penelusuran tentang Setan Tasmania (Sarcophilus harrisii), membuktikan bahwa binatang ini adalah binatang marsupialia karnivora yang kini hanya terdapat di negara bagian pulau Tasmania di Australia.
   Hewan ini merupakan satu-satunya anggota genus Sarcophilus yang masih hidup. Ukurannya yang sama dengan seekor anjing kecil, tetapi badannya kekar dan berotot ini merupakan marsupialia karnivora terbesar di dunia.
   Binatang ini dicirikan oleh warna bulunya yang hitam, baunya yang menyengat bila sedang ketakutan, suaranya yang sangat keras dan mengganggu, dan sifatnya yang berbahaya bila sedang mengasuh anak-anaknya. Setan Tasmania dikenal sebagai binatang pemburu dan memakan sisa-sisa binatang lain. Meskipun biasanya hidup soliter, kadang-kadang ia makan bersama dengan Setan Tasmania lainnya.
   Tulisan pertama tentang hewan ini diterbitkan pada tahun 1807 oleh George Harris, dengan memberi nama Didelphis ursine. Pada tahun 1838 binatang ini diganti namanya menjadi Dasyurus laniarius oleh Richard Owen, dan belakangan dipindahkan ke genus Sarcophilus pada 1841 dan dinamai Sarcophilus harrisii, atau "Pencinta daging Harris", oleh Pierre Boitard.
   Revisi terakhir dari taksnonomi “setan” ini, yang diterbitkan pada tahun 1987, berusaha mengubah nama spesiesnya menjadi Sarcophilus laniarius berdasarkan catatan-catatan fosil di daratan utama Australia yang menunjukkan hanya beberapa ekor saja. Namun, hal ini tidak diterima oleh komunitas taksonomi pada umumnya dan nama S. harrisii tetap dipertahankan sementara S. laniarius dipindahkan ke spesies fosilnya. Analisis filogenetis menunjukkan bahwa “Setan Tasmania” paling erat hubungannya dengan quoll, dan lebih jauh hubungannya dengan Thylacine (Harimau Tasmania) yang telah punah.
   Setan Tasmania merupakan marsupial pemburu di malam hari. Rahangnya yang keras dan kuat, serta lengkingan menyeramkan membuat ia menyandang nama “setan”. Dan gelar “setan” bukan hanya dari suara tetapi juga dari kebiasaan hariannya yang ganas, urakan, dan sangat agresif.
   Hewa ini mungkin adalah salah satu karnivora nokturnal (hewan malam) yang paling ribut. Walau mampu berburu dengan baik, ia lebih suka menyantap bangkai hewan-hewan yang telah mati. Jika sedang makan, Setan Tasmania akan mengeluarkan suara geraman dan rintihan keras dan kuat. Dan ia selalu menyantap mangsanya sampai habis tuntas tanpa tersisa. Bahkan sampai bulu dan tulang semua ludes disantap. Seakan-akan si setan ini selalu kelaparan.
   Hewan berbulu hitam dengan pola putih di dadanya ini menjadi predator menakutkan bagi reptil, ikan, serangga, katak, burung, bahkan ternak. Dengan kemampuan lari mencapai 13 km per jam dalam jarak dekat, ia cukup cekatan mengejar mangsa-mangsa yang kecil.
   Karena sifatnya yang suka kegelapan, Tasmania Devil hanya bisa dilihat saat malam menjelang atau sebelum fajar menyingsing. Jika hari terang, ia lebih suka meringkuk dalam lubang-lubang tanah atau batu, menutup mata dan tidur sepuasnya.
   Setan ini dilengkapi kumis yang panjang di wajahnya dan bulu mata di bagian atas kepalanya. “Kumis” ini akan membantu si setan mendeteksi mangsa saat melakukan perburuan di malam yang gelap. Membantunya mengenali mangsa dan sesama setan lainnyasaat “pesta daging” berlangsung.
   Kemampuan berburu di malam hari juga disempurnakan dengan perangkat mata yang bisa melihat objek dalam gradasi hitam dan putih yang sangat nyata. Hal ini mendukung sistem sensor terpadu untuk mendeteksi objek bergerak namun sangat sukar untuk mengetahui objek yang diam.
   Rahang yang keras dan bisa terbuka lebar menjadi pertanda bahwa Setan Tasmania memang memiliki kemampuan mengigit dan mengunyah yang luar biasa. Struktur rahang dan kepala yang besar menyokong kemampuan mengunyah dan merobek dalam waktu yang singkat.

Sumber: divisitiger234.blogspot.com/2010/05/tasmanian-devil-sarcophilus-harrisii.html

Posting Komentar